Sejarah

Selasa, 23 Juni 2009

Desa Candi : Banyak Cagar Budaya yang Hilang

Penulis dengan mantan siswi SMA Negeri 2 Magelang, pada tanggal 14 Juni 2009 bersilaturahmi di Desa Candi Kecamatan Secang Kabupaten Magelang.
Tujuannya untuk melakukan penelitian tentang benyaknya benda cagar budaya yang hilang atau benda-benda cagar budaya tersebut telah dijual oleh penduduk setempat karena alasan ekonomi.
Di Desa Candi, penulis bertemu dengan seorang pensiunan tentara berinisial Y secara tidak sengaja ketika penulis memasuki pekarangan tempat tinggalnya.
Pertemuan itu ternyata membawa informasi positif mengenai keberadaan yoni yang berada di pekerangan rumahnya. Menurut beliau setiap tamu yang memasuki pekarangan rumahnya harus mengucapkan salam. Apabila tidak mengucapkan salam, maka pada malam harinya, beliau akan kedatangan tamu yang berupa singa yang dianggap penjaga yoni tersebut.
Ketika penulis menanyakan mengenai keberadaan yoni yang berada di pekaraangan rumahnya. Justru jawaban yang penulis terima diluar kewajaran. Yoni, menurut beliau namanya Candi Kotak.
Candi Kotak itu pernah juga dijual kepada wisatawan asal Jakarta. Katanya, pulang kembali.
Penulis terkejut, ternyata pensiunan tentara ini juga salah seorang yang telah beberapa kali menjual benda-benda cagar budaya kepada para wisatawan asing. Salah satu yang beliau ingat berupa kendi peninggalan abad 9 dengan harga 10 juta rupiah.
Hasil penjual benda-benda purbakala itu ternyata mampu untuk membeli tanah, rumah, dan jago lurah hingga habis terkuras harta bendanya.
Ningsih, seorang mahasiswi UNY Jurusan Pendidikan Sejarah hanya tersenyum. Raut wajahnya mengeras pertanda idak sependapat dengan opini bapak itu.
Memang sontoloyo

Label:

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda